Runtuhnya ‘berhala Darwinisme’ akibat Atlas Penciptaan membuat Eropa panik. Mereka pun melancarkan serangan balasan. Perang pemikiran dahsyat pun detik ini tengah berkecamuk
Hidayatullah.com–Di seantero Eropa dan Amerika Serikat serangan tiba-tiba ribuan buku Atlas Penciptaan karya Harun Yahya, yang membongkar kebohongan teori evolusi yang merupakan akidah ateisme dan materialisme, terjadi satu-dua tahun lalu. Meskipun begitu, hingga kini dampak kejiwaan dan kepanikannya masih terasa. Harun Yahya, tokoh pegiat Penciptaan asal Turki itu pun menjadi buah bibir media massa terkemuka Eropa hingga saat ini.
Sebut saja Der Spiegel, majalah kondang asal Jerman, baru-baru ini menerbitkan wawancara dengan Harun Yahya berjudul “Alle Terroristen sind Darwinisten” (Semua teroris adalah darwinis). Di Spiegel Online 22 September 2008 itu (www.spiegel.de), Harun Yahya berbincang di antaranya tentang kaitan Darwinisme dan ideologi teroris, kebohongan teori evolusi, serta perancangan cerdas.
Lonceng kematian Darwinisme
Di wawancara itu, wartawan Der Spiegel bertanya kepada Harun Yahya apakah tahun depan ia akan turut merayakan hari kelahiran ke-200 Charles Darwin dan peringatan ulang tahun ke-150 penerbitan bukunya “The Origin of Spesies”. Jawab Harun Yahya: “Itu akan menjadi perayaan keruntuhan Darwinisme. Orang akan heran, bagaimana orang di seluruh dunia bisa mempercayai Darwinisme, bagaimana mereka bertahun-tahun telah termakan oleh kebohongan. Bagaimana ratusan, ribuan universitas dan profesor telah disesatkan…”
Filed under: kontemporer | 2 Komentar »